⌂ Beranda › News › Kecerdasan Buatan Kian Canggih, Empati Manusia Jadi Benteng Utama
News

Kecerdasan Buatan Kian Canggih, Empati Manusia Jadi Benteng Utama

Ilustrasi kecerdasan buatan dan teknologi masa depan
LG Hadirkan Tiga Lini AC Baru di Indonesia Dilengkapi Fitur Kecerdasan Buatan Pexels
A A Ukuran Teks16px

Perkembangan Artificial Intelligence menuntut manusia untuk mengimbangi kemajuan teknologi dengan mengandalkan nilai kemanusiaan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Komisaris Independen PT KAI, Endang Tirtana, saat memberikan orasi ilmiah di Universitas Muhammadiyah Malang.

Ia menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dan empati merupakan pilar utama yang tidak tergantikan oleh kecerdasan buatan.

Transformasi digital di PT KAI dijadikan contoh nyata bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat peran manusia.

Aplikasi Access by KAI mencatat hingga 17 juta transaksi penjualan tiket pada Semester I 2026.

Customer Satisfaction Index KAI juga mencapai angka 4,53 dari skala 5 melalui lebih dari 2,2 juta interaksi layanan.

Kendati sistem semakin canggih, Endang mengingatkan bahwa kualitas pelayanan pada akhirnya tetap ditentukan oleh faktor manusia.

Laporan Goldman Sachs Research pada April 2026 mencatat AI telah menekan pertumbuhan payroll di Amerika Serikat.

Sementara itu, Future of Jobs Report 2025 memproyeksikan lahirnya 170 juta pekerjaan baru serta pergeseran 92 juta jenis pekerjaan.

Para lulusan didorong mengasah keterampilan non-rutin seperti kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemahaman sosial.

AI perlu diposisikan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan kapabilitas diri tanpa mengikis empati.

Alumni muda diharapkan siap bekerja, memecahkan masalah, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru