Seni bela diri tradisional Korea unjuk gigi di panggung internasional melalui ajang virtual taekwondo.
Pertandingan tersebut berlangsung di gimnasium dekat kota Nagoya pada gelaran Asian Games 2026.
Cabang ini mempertemukan dua atlet yang bertarung secara virtual tanpa kontak fisik langsung.
Ajang ini mengombinasikan ketangkasan fisik nyata dengan teknologi virtual reality.
Federasi World Taekwondo mendukung penuh inovasi yang tetap menuntut fisik layaknya olahraga aslinya.
Mekanisme Pertandingan dan Sistem Poin
Virtual taekwondo mengandalkan integrasi perangkat keras canggih dan sistem esports.
Teknologi pelacak gerakan mengharuskan atlet mengenakan headset VR serta memasang sensor di area punggung, paha, dan tulang kering.
Perangkat tersebut merekam setiap aksi tubuh secara presisi untuk mengendalikan avatar di dalam game.
Pertandingan berjalan dalam skema best of three dengan durasi 60 detik per ronde.
Dua atlet berdiri di area masing-masing yang berjarak beberapa meter.
Atlet melayangkan tendangan fisik ke arah avatar lawan di dunia virtual untuk menghabiskan health bar musuh.
Pertandingan ini berlangsung tanpa pernah bersentuhan secara fisik di dunia nyata.
Salah satu perbedaan mendasar dibanding taekwondo konvensional adalah ditiadakannya divisi serta dibukanya kategori campuran.
Kategori tersebut mempertemukan atlet pria dan wanita di satu arena.
