Kamera mirrorless berlensa besar kerap dihindari karena terlalu merepotkan untuk dibawa bepergian.
Solusi atas masalah tersebut dapat ditemukan melalui penggunaan lensa pancake yang berukuran pipih.
Karakteristik dan Kelebihan Lensa Pancake
Istilah tersebut diambil dari bentuk fisik lensa yang menyerupai kue panekuk tipis.
Sebuah lensa dikategorikan sebagai pancake apabila memiliki ketebalan kurang dari 4 cm.
Selain itu, berat perangkat optik ini umumnya berada di bawah angka 200 gram.
Dimensi yang ringkas membuat sistem kamera mendekati ukuran sebuah kamera saku.
Contoh perangkat ringan meliputi 7Artisans AF 18mm f/2 seberat 109 gram.
Ada pula SG-image AF 35mm f/2.2 untuk kamera full-frame yang berbobot sekitar 160 gram.
Bentuk tipis memungkinkan lensa dibiarkan terpasang sebagai penutup bodi kamera.
Kamera langsung bisa dipakai begitu momen penting di depan mata tiba.
Kombinasi bodi dan lensa kecil turut mengurangi kebiasaan meninggalkan kamera di rumah.
Peluang mendapatkan foto tentu meningkat seiring frekuensi membawa kamera.
Penggunaan lensa mungil membuat suasana pemotretan jalanan atau perjalanan terasa santai.
Kompromi dan Kekurangan Lensa Mungil
Di balik kepraktisannya, ukuran kecil membawa sejumlah kompromi pada performa.
Sebagian besar jenis lensa ini menawarkan bukaan maksimum yang relatif kecil.
Bukaan yang umum tersedia berkisar antara f/2.8 hingga f/5.6.
Fotografer harus menaikkan ISO atau memperlambat rana saat memotret dalam kondisi minim cahaya.
Desain tipis juga dapat memengaruhi ketajaman tepi gambar serta ketahanan terhadap flare.
Ruang yang terbatas turut membatasi kelengkapan fitur tombol fungsi pada bodi lensa.
Lensa jenis ini paling tepat diposisikan sebagai perangkat pendamping.
