Seorang mahasiswa jurusan sejarah yang belajar peretasan secara otodidak berhasil mengguncang industri sepak bola dunia.
Sosok tersebut bernama Rui Pinto, peretas di balik situs Football Leaks yang membongkar rahasia para pemain bintang hingga klub raksasa Eropa.
Petualangan Pinto bermula pada tahun 2015 ketika ia menggunakan nama samaran John untuk membocorkan puluhan juta dokumen rahasia.
Ia meretas lebih dari 70 juta berkas yang berisi kontrak pemain, struktur rekening offshore, hingga skema manipulasi pajak.
Bocoran dokumen tersebut turut memicu pengusutan kasus kekerasan seksual hingga skorsing klub Twente di Belanda.
Pinto sempat ditangkap di Budapest pada tahun 2019 sebelum akhirnya memilih bekerja sama dengan otoritas hukum pada 2020.
Bocoran Email Manchester City
Salah satu karya terbesar Pinto adalah membocorkan email internal Manchester City yang dipublikasikan media Der Spiegel pada 2018.
Email yang diretas itu mengungkap skema sponsorship fiktif untuk mengelabui aturan Financial Fair Play dengan nilai melebihi £900 juta.
Komisi Independen Liga Inggris kemudian menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran keuangan berat selama 9 musim.
Ironisnya, keberhasilan membongkar kasus ini justru membuat perlindungan saksi Pinto dicabut oleh pemerintah Portugal.
Menghadapi ancaman pembunuhan, Pinto kini menggalang dana sebesar 3 juta euro untuk membiayai pelarian dan tim keamanannya.