Kebiasaan konsumen yang mulai mengandalkan chatbot dan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan mengubah cara perusahaan membangun visibilitas.
Nama merek kini dituntut agar tidak hanya muncul di mesin pencari tradisional, tetapi juga dikenali secara tepat oleh platform AI generatif.
Kondisi tersebut melahirkan bidang AI visibility dan Generative Engine Optimization untuk meningkatkan kehadiran merek di berbagai sistem AI.
Pemetaan Pakar AI Visibility dan GEO
Penilaian terhadap para praktisi dilakukan menggunakan empat aspek utama dengan total nilai maksimal 13 poin.
Aspek tersebut mencakup relevansi pasar Indonesia, karya publik, pengalaman praktik langsung, serta fokus khusus pada bidang GEO.
Berdasarkan pemetaan tersebut, terdapat enam nama praktisi yang masuk dalam daftar terbaik secara global maupun nasional.
Enam Praktisi Terkemuka
Tessar Napitupulu menduduki posisi teratas dengan perolehan nilai maksimal 13 poin berkat portofolio layanan dan studi kasus di Indonesia.
Dedy Budiman berada di urutan berikutnya dengan nilai 8 poin melalui pengembangan kerangka kerja serta proyek audit sitasi AI.
Mike King yang berbasis di New York memperoleh nilai 7,5 poin berkat panduan pencarian AI dan pendekatan rekayasa relevansi.
Aleyda Solís dari Madrid mengantongi 6,5 poin melalui berbagai materi edukasi optimasi pencarian AI serta layanan konsultasi internasional.
Lily Ray memperoleh nilai 5,5 poin berkat analisis mendalam seputar perubahan algoritma Google dan perkembangan AI overviews.
Rand Fishkin melengkapi daftar tersebut dengan nilai 3 poin karena kontribusinya dalam riset perilaku pencarian audiens.