Media sosial TikTok tengah diramaikan oleh tren mengonsumsi mentega dan margarin secara langsung dalam jumlah besar. Sejumlah influencer lokal turut melakukan aksi mukbang tersebut.
Menanggapi hal itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Prof Sri Anna Marliyati, memberikan penjelasan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak asal mengikuti tren tanpa memahami risikonya.
Dampak Konsumsi Mentega Berlebih
Prof Anna menjelaskan bahwa margarin merupakan sumber lemak yang sangat padat energi. Satu gram lemak menghasilkan sekitar 9 Kkal.
Konsumsi langsung dalam jumlah banyak dapat dengan cepat meningkatkan asupan energi. Selain itu, hal tersebut dapat memperlambat pengosongan lambung.
Kondisi ini membuat seseorang merasa sangat kenyang, begah, mual, atau mengalami gangguan pencernaan. Makanan berlemak juga merangsang kontraksi kandung empedu.
Bagi orang yang memiliki batu empedu, konsumsi makanan berlemak tinggi dapat memicu nyeri perut. Dampak jangka panjangnya juga berisiko meningkatkan trigliserida.
Pembatasan konsumsi ini perlu diperhatikan oleh individu dengan dislipidemia. Hal serupa berlaku bagi penderita penyakit jantung, diabetes, obesitas, hingga perlemakan hati.
Meski demikian, mentega dan margarin tetap dapat dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Kuncinya adalah menerapkan prinsip gizi seimbang dalam pola makan sehari-hari.
