Puteri Indonesia Pendidikan 2026, Gisela Belicia Alma Thesalonica, menekankan pentingnya regulasi ketat dalam melindungi anak-anak dari pesatnya kemajuan kecerdasan buatan.
Ia menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri Konferensi Pers Update Implementasi PP Tunas di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat.
Menurutnya, tantangan digital di masa depan akan semakin kompleks seiring cepatnya adopsi teknologi oleh generasi muda.
Salah satu isu utama yang ia soroti adalah potensi anak-anak yang mulai menjadikan teknologi AI sebagai tempat berbagi cerita dan mengambil keputusan.
Ia menilai pembatasan akses aplikasi saja tidak lagi cukup untuk menjawab berbagai tantangan perlindungan anak di masa depan.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sebelumnya juga menjelaskan keterlibatan pemerintah dalam koalisi global untuk perlindungan anak di era AI.
Pemerintah berharap standar regulasi perlindungan anak secara internasional dapat disamakan guna menghadapi dinamika teknologi global.