⌂ Beranda › News › Pengaruh Lengsernya Gianni Infantino Terhadap Eksistensi FIFA ASEAN Cup
News

Pengaruh Lengsernya Gianni Infantino Terhadap Eksistensi FIFA ASEAN Cup

Gianni Infantino di stadion
Kiper Timnas Thailand Beri Selamat Usai Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Pexels
A A Ukuran Teks16px

Ajang perdana FIFA ASEAN Cup 2026 telah resmi tuntas diselenggarakan dengan Indonesia dan Hong Kong keluar sebagai juara pada divisi masing-masing.

Di tengah kesuksesan tersebut, masa depan turnamen ini justru mulai dipertanyakan apabila Presiden FIFA Gianni Infantino harus lengser dari jabatannya.

Sorotan Tajam Terhadap Posisi Infantino

Posisi Infantino belakangan ini tengah menjadi sorotan utama akibat kontroversi rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Kebijakan tersebut memicu protes keras dari sejumlah anggota FIFA, dengan pihak UEFA menjadi kelompok yang paling tegas menolak.

Sebaliknya, dukungan terhadap kepemimpinan Infantino justru datang dari beberapa negara termasuk Indonesia melalui pernyataan resmi Ketua Umum PSSI.

Menjelang Kongres Luar Biasa untuk pemilihan presiden baru, Infantino aktif melakukan kunjungan kerja ke berbagai belahan dunia.

Sang petinggi FIFA itu bahkan menyempatkan diri untuk hadir langsung menyaksikan partai final turnamen di Hong Kong dan Indonesia.

Tantangan Komersial dan Keberlanjutan Turnamen

Kehadiran turnamen ini awalnya diharapkan mampu mendatangkan keuntungan finansial yang besar bagi federasi.

Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan penjualan hak siar tidak begitu laris dan pemirsa harus menonton lewat saluran resmi.

Media Inggris The Guardian turut mempertanyakan keberlangsungan turnamen regional ini andai sang pencipta ide tidak lagi memegang kendali.

Media tersebut menilai masa depan ajang ini sangat bergantung pada posisi politik Infantino di dalam tubuh kepengurusan.

Apabila Infantino gagal mempertahankan posisinya, turnamen regional tersebut dikhawatirkan akan bernasib sama dengan penciptanya.

Pihak federasi sendiri sebelumnya menyatakan masih fokus mengawal kesuksesan edisi perdana ketimbang memastikan frekuensi penyelenggaraan berikutnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru