Spyware DarkSword kembali membuktikan bahwa perangkat iPhone tetap rentan terhadap ancaman malware berbahaya.
Varian baru yang diberi nama P7 DarkSword kini ditemukan dengan kemampuan serangan yang jauh lebih ganas.
Perusahaan keamanan siber iVerify pertama kali mendeteksi versi terbaru ini pada Agustus 2026. Temuan tersebut berawal dari penyelidikan infeksi misterius pada perangkat iPhone milik seorang karyawan institusi keuangan.
Varian P7 DarkSword tercatat kompatibel dengan sistem operasi iOS 18.7. Versi ini lebih tinggi dibanding edisi sebelumnya yang menargetkan pengguna iOS 18.6.
Pelaku kejahatan siber mendistribusikan spyware ini melalui sarana iklan berbahaya di internet. Pengguna dapat langsung terinfeksi hanya dengan mengunjungi halaman web yang telah disusupi.
Ancaman ini semakin berbahaya karena mampu mengekstrak data Keychain secara langsung dari iPhone. Data tersebut kemudian dikirimkan ke peretas tanpa harus menyalin seluruh database terlebih dahulu.
P7 DarkSword juga dapat berkomunikasi dengan pembuatnya dengan mengirimkan ping setiap 15 detik. Fitur ini memungkinkan hacker menelusuri file perangkat dan memilih data untuk dicuri secara real-time.
Selain itu, spyware ini dirancang agar lebih sulit dideteksi oleh sistem keamanan perangkat. Program jahat tersebut mampu melewati log debug yang sebelumnya mengungkap keberadaan versi lama.
Pengguna iPhone diimbau untuk selalu memperbarui sistem operasi perangkat guna mencegah risiko serangan. Apple sendiri telah menambal celah keamanan versi asli pada pembaruan iOS.