Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan melalui berbagai metode penanganan lingkungan.
Salah satu cara yang diterapkan pada lahan gambut adalah penggunaan sekat kanal untuk menahan aliran air.
Bendungan kecil tersebut berfungsi menjaga kelembapan tanah agar risiko kebakaran dapat berkurang secara signifikan. Lahan gambut sendiri terbentuk dari tumpukan sisa tumbuhan yang terurai dalam kondisi basah.
Mekanisme Kerja dan Hasil Penelitian
Ketika area gambut dikeringkan lewat kanal drainase, muka air tanah akan turun drastis.
Kondisi ini membuat material organik di dalamnya menjadi lebih mudah terbakar hingga merambat ke bawah permukaan tanah.
Sekat kanal bekerja dengan menahan saluran drainase guna menaikkan kembali muka air tanah.
Berdasarkan studi yang diterbitkan di jurnal iScience pada Juni 2026, sekat dengan area pembasahan tumpang tindih terbukti paling efektif.
Tim peneliti mengevaluasi ribuan sekat kanal yang dibangun pada rentang 2017 sampai 2022 di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Pemodelan menunjukkan bahwa perluasan praktik tersebut berpotensi menghindari hingga 6,4% luas area terbakar.
Kendati demikian, keberhasilan restorasi gambut memerlukan penempatan dan desain yang tepat. Pemeliharaan fasilitas, pemulihan vegetasi, serta pencegahan sumber api tetap dibutuhkan karena teknologi ini bukan solusi tunggal.