Pemerintah tengah mengkaji peluang untuk mempelajari pemanfaatan teknologi dari sektor swasta dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Langkah ini utamanya ditujukan guna meningkatkan pengelolaan serta pemantauan penyediaan makanan di lapangan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyatakan ketertarikannya terhadap sistem digital milik Grab dan OVO.
Ketertarikan tersebut muncul setelah dirinya meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di Sekolah Khusus Negeri 01 Tangerang Selatan.
Sistem digital yang diterapkan perusahaan tersebut dinilai dapat menjadi bahan pertimbangan penting. Teknologi ini berpotensi diadopsi guna mendukung berbagai kebutuhan operasional Badan Gizi Nasional ke depan.
Dalam peninjauannya, Angga melihat pemanfaatan teknologi digital telah diterapkan secara menyeluruh. Mulai dari pemesanan menu oleh pihak sekolah, proses pengiriman makanan, hingga mekanisme pelaporan saat ditemukan kekurangan menu.
Meski demikian, pernyataan tersebut baru sebatas peluang untuk mempelajari dan mengadopsi teknologi yang relevan.
Belum terdapat keputusan resmi bahwa Badan Gizi Nasional akan menggunakan sistem dari Grab dan OVO.
Sebelumnya, Grab dan OVO telah menjalankan program tersebut bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa dengan memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan.
Inisiatif ini difokuskan untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan bahwa program tersebut telah menjangkau sekitar 5.000 murid di berbagai wilayah.
Perusahaan juga memberdayakan sekitar 40 merchant di sekitar sekolah yang tersebar di 12 kabupaten.