⌂ Beranda › News › Singapura manfaatkan gelombang AI untuk genjot lapangan kerja baru
News

Singapura manfaatkan gelombang AI untuk genjot lapangan kerja baru

Pemandangan kota Singapura
Singapura manfaatkan gelombang AI untuk genjot lapangan kerja baru Pexels
A A Ukuran Teks16px

Singapura berupaya mengoptimalkan ledakan kecerdasan buatan untuk mengembangkan berbagai kemampuan baru sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik.

Perdana Menteri Lawrence Wong menyampaikan hal tersebut dalam ajang Forbes Global CEO Conference di Shangri-La Singapura.

Menurutnya, permintaan berbasis AI tengah mendongkrak industri semikonduktor lokal serta memberikan keuntungan bagi sektor-sektor penunjang lainnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa setiap lonjakan permintaan tidak akan bertahan selamanya dan suatu saat pasti terjadi koreksi pasar.

Oleh karena itu, strategi pemerintah berfokus pada pemanfaatan celah peluang eksternal untuk memperkuat posisi ekonomi dalam negeri.

Berdasarkan data majalah Global Finance, Singapura dinobatkan sebagai negara terkaya di dunia pada tahun 2026 berdasarkan PDB per kapita PPP.

Economic Development Board mencatat wilayah ini menyumbang sekitar 10% dari total kapasitas produksi semikonduktor di seluruh dunia.

Sejumlah produsen chip asal Amerika Serikat seperti GlobalFoundries dan Micron Technology menanamkan investasi besar untuk memperluas fasilitas.

Ekonomi Singapura sendiri dilaporkan tumbuh sekitar 5% per tahun dalam tiga tahun terakhir hingga tahun 2026 berkat dukungan teknologi ini.

Di sisi lain, adopsi teknologi yang sangat cepat diprediksi bakal mengubah lanskap ketenagakerjaan secara signifikan.

Pemerintah bersama pengusaha dan serikat pekerja berkomitmen membantu tenaga kerja beradaptasi terhadap perubahan keterampilan yang dibutuhkan.

Lawrence Wong juga mendorong kerja sama internasional melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa guna mengantisipasi risiko sistem otonom yang semakin canggih.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru