Banyak orang memiliki ide software yang dapat memangkas pekerjaan sehari-hari, mulai dari tools internal hingga sistem pencatatan sederhana.
Sayangnya, ide tersebut sering kali berhenti di kepala karena proses coding dirasa sangat panjang dan melelahkan.
Kabar baiknya, cara membuat software dengan memanfaatkan kecerdasan buatan kini jauh lebih praktis asalkan menggunakan alur kerja yang tepat.
Alur Pembuatan Software Lewat AI
Langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah langsung menyuruh kecerdasan buatan untuk menulis kode pemrograman secara acak.
Pengguna perlu menuliskan terlebih dahulu apa tujuan aplikasi, siapa target penggunanya, dan fitur apa saja yang benar-benar dibutuhkan.
Seluruh kebutuhan tersebut kemudian dipecah secara rinci ke dalam bentuk spesifikasi, rencana kerja, dan daftar task yang sistematis.
Setelah tahapan panduan tersebut selesai, sistem kecerdasan buatan dapat mulai mengerjakan implementasi kodenya secara terarah.
Pendekatan ini dikenal dengan istilah spec-driven development untuk menghindari pengetikan baris kode manual dari awal.
Tahap terakhir dari metode ini adalah automated testing agar perangkat lunak buatan dapat dicek kelayakannya sebelum dipakai.
Praktik Kelas Optimalkan AI
Seluruh rangkaian alur kerja tersebut dibahas secara mendalam lewat kelas online dari detikcourse yang dijadwalkan pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Sesi belajar daring ini berlangsung pukul 19.00 - 21.00 WIB melalui platform Zoom Meeting bagi para pendaftar.
Peserta akan diajak praktik langsung memakai GitHub Spec-Kit serta memanfaatkan Claude untuk tahap implementasi kode.
