Seorang pemuda berusia 19 tahun sukses meraup pendapatan kotor sebesar Rp 14,5 miliar dari usaha cetak 3D.
Ia memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah setelah melihat potensi besar dari bisnis wadah minuman kreasinya.
Perjalanan Bisnis dari Ruang Bawah Tanah
Mike Satterlee mulai mempelajari pengoperasian mesin cetak 3D pada tahun pertama masa sekolah menengah atas.
Ia menggunakan tabungannya untuk membeli mesin seharga sekitar USD 500 pada bulan September 2022.
Usaha pertamanya memproduksi hiasan sepatu untuk Crocs dijalankan dari ruang bawah tanah rumah orang tuanya.
Bisnis awal tersebut berhasil membukukan penjualan yang cukup tinggi dan memungkinkannya menyewa sebuah gudang.
Lonjakan Permintaan Berkat Media Sosial
Produk terbarunya yang bernama CruiseCup mendadak viral setelah diunggah melalui platform Instagram.
Lonjakan pesanan yang masif membuat puluhan mesin cetaknya bekerja keras untuk memenuhi permintaan konsumen.
Sebagian besar pendapatan dari usaha tersebut dialokasikan kembali untuk menambah mesin cetak dan memperluas produksi.
Kini ia mengoperasikan ratusan mesin cetak bersama satu orang karyawan penuh waktu untuk mengembangkan usahanya.