Pemerintah Israel membuat film tiruan dan situs web palsu untuk mengelabui netizen global.
Langkah ini diambil setelah film dokumenter asli berjudul NAZA menuai sorotan internasional.
Film dokumenter asli tersebut menyoroti pembunuhan massal warga sipil di Gaza.
Dokumenter itu disutradarai oleh Yuval Abraham dan Rachel Szor serta diproduksi The Guardian.
Pemerintah Israel mengecam keras penayangan film dokumenter tersebut.
Mereka bahkan mengumumkan rencana pencabutan kewarganegaraan terhadap Abraham dan Szor.
Penyebaran Film Tiruan
Kedutaan besar Israel menyebarkan tautan film daring berjudul NAZA: The Real Story.
Film tiruan itu meniru gaya dokumenter asli termasuk penggunaan wawancara anonim.
Situs web nazadocumentary. com mengklaim film tersebut telah disaksikan 44,6 juta kali.
Halaman YouTube resmi film tersebut mencatat jumlah penayangan hanya 30.000 kali.
Analisis teknis menunjukkan angka penayangan tinggi itu mungkin dihasilkan oleh permintaan bot.
Ariel Averbuch selaku pembuat film tiruan mengaku tidak tahu asal-usul klaim angka tersebut.
Averbuch menyebut film jiplakan itu sebagai langkah ofensif untuk mengalihkan perhatian dunia.
Militer Israel sendiri telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina di Gaza.
