Kecepatan ekspansi jaringan 5G di Indonesia sangat bergantung pada kebijakan biaya penggunaan spektrum frekuensi yang diterapkan oleh pemerintah.
Cakupan sinyal 5G di Tanah Air masih berada di kisaran 4,4 persen meskipun sudah dikomersialisasikan sejak pertengahan tahun 2021.
Kementerian Komunikasi dan Digital menilai bahwa tarif spektrum yang terjangkau dapat memberikan keleluasaan bagi operator telekomunikasi.
Ruang investasi yang lebih luas tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan di berbagai wilayah.
Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menyatakan bahwa pengelolaan spektrum perlu menjaga keseimbangan antara pendapatan negara dan kemampuan industri.
Pemerintah berupaya memastikan biaya pemanfaatan tetap terjangkau agar seluruh operator bisa mengembangkan infrastruktur sesegera mungkin.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi panel Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Selain sumber penerimaan negara, spektrum frekuensi diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pembangunan infrastruktur digital.
Jaringan 4G di Indonesia saat ini telah berhasil menjangkau lebih dari 98 persen wilayah secara nasional.
Sementara itu, pengembangan 5G terus berjalan sehingga kebutuhan terhadap ketersediaan spektrum menjadi semakin mendesak.
Pemerintah telah mengubah pendekatan pengelolaan spektrum dalam beberapa tahun terakhir melalui pelaksanaan lelang dengan harga relatif terjangkau.
Langkah tersebut diambil agar operator telekomunikasi mempunyai ruang finansial yang cukup untuk melanjutkan investasi jaringan.
Pembangunan infrastruktur telekomunikasi memerlukan belanja modal besar serta waktu pengerjaan yang panjang.
Faktor keberlanjutan investasi menjadi aspek penting agar kebijakan spektrum tidak hanya berorientasi pada penerimaan negara jangka pendek.
Berdasarkan Rencana Strategis Renstra Komdigi 2025-2029, jangkauan jaringan 5G ditargetkan meningkat hingga 7 persen pada tahun 2029.
Pelaksanaan lelang frekuensi pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz diharapkan mampu mendongkrak koneksi internet cepat di masa mendatang.
