Keluarga pebisnis di Arab Saudi berhasil mengumpulkan kekayaan melampaui USD 9 miliar lewat pengelolaan sektor air dan energi.
Keluarga Abunayyan dan Al Muhaidib menguasai setidaknya 26,3% saham di perusahaan ACWA yang memiliki nilai fantastis.
Fenomena ini menunjukkan kemunculan sumber kekayaan swasta baru di luar industri minyak bumi yang selama ini mendominasi.
Otoritas Air Arab Saudi mencatat kerajaan tersebut memproduksi lebih dari 11,1 juta meter kubik air hasil desalinasi setiap hari.
Teknologi pengolahan air laut ini sangat vital di kawasan Teluk mengingat ketersediaan air tawar yang sangat terbatas.
Ekspansi Bisnis Air Bersih Global
Perusahaan ACWA didirikan pada tahun 2004 oleh tiga keluarga pebisnis terkemuka asal Arab Saudi.
Mereka mulai membangun proyek air serta listrik berskala masif guna memenuhi lonjakan kebutuhan di Kota Mekah.
Mohammad Abunayyan membawa pengalaman dari bisnis irigasi keluarga yang dirintis ayahnya melalui penggunaan pompa turbin.
Pendiri lainnya yakni Sulaiman Al Muhaidib berasal dari keluarga pedagang dengan lini bisnis makanan serta real estat.
Ahmad Al Rajhi melengkapi jajaran pendiri yang keluarganya sudah lama dikenal dalam bidang investasi dan industri.
ACWA kemudian tumbuh menjadi salah satu perusahaan desalinasi swasta terbesar di dunia dengan cakupan proyek luas.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, perusahaan ini memegang 108 proyek yang tersebar di 15 negara berbeda.
Total nilai investasi dari berbagai proyek global tersebut mencapai sekitar USD 117 miliar.
Portofolio desalinasi ACWA mempunyai kapasitas gabungan sebesar 9,2 juta meter kubik per hari.
Perusahaan membukukan laba bersih sekitar 1,9 miliar riyal Arab Saudi atau setara USD 507 juta pada 2025.
Dana Investasi Publik Arab Saudi tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan mencapai 44,2%.
Analis dari bank investasi AS Jefferies menyebutkan kontrak pasokan air jangka panjang melindungi perusahaan dari pelemahan ekonomi.
Selain di Arab Saudi, ACWA memperluas pasarnya ke Maroko, Mesir, Uzbekistan, China, hingga menjajaki peluang di AS.