⌂ Beranda › News › Ancaman PHP2Shell Bikin Pemimpin Dunia Terpaksa Amankan Situs Web
News

Ancaman PHP2Shell Bikin Pemimpin Dunia Terpaksa Amankan Situs Web

Ilustrasi ancaman keamanan siber PHP2Shell
Situs pemerintah nonaktif akibat ancaman celah berbahaya pada PHP Pexels
A A Ukuran Teks16px

Ancaman celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP berlabel PHP2Shell berdampak sangat masif di berbagai negara.

Kondisi infrastruktur digital yang mendadak rentan membuat jajaran petinggi serta kepala negara turun tangan langsung.

Mereka memberikan peringatan darurat kepada publik karena PHP merupakan fondasi utama penopang mayoritas situs web global.

Respons Cepat Pemimpin Dunia dan NSA

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, secara terbuka mengunggah peringatan khusus di akun media sosial miliknya.

Ia mengimbau masyarakat dan pengelola sistem agar mewaspadai risiko besar dari celah keamanan siber tersebut.

Di Amerika Serikat, Badan Keamanan Nasional (NSA) menerbitkan peringatan publik secara langsung kepada seluruh organisasi.

NSA meminta pihak yang memakai sistem PHP untuk bersiap mengunggah pembaruan keamanan atau mematikan situs web mereka.

Sejumlah kementerian di berbagai negara di Eropa bahkan terpaksa melumpuhkan sementara portal layanan publik demi pencegahan.

Langkah pemadaman situs web resmi dilakukan oleh otoritas di Jerman, Prancis, Belgia, Belanda, Finlandia, hingga Ceko.

Kepanikan global ini dipicu oleh temuan dua celah keamanan kritis oleh peneliti siber yang dibantu kecerdasan buatan.

Celah PHP2Shell membuat peretas bisa mengeksekusi perintah berbahaya dari jarak jauh pada server berkode PHP lama.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru