Akademisi Universitas Padjadjaran mendesak Meta untuk bersikap transparan terkait dugaan penghapusan konten kebakaran hutan dan lahan.
Perusahaan teknologi tersebut diminta memberikan penjelasan menyeluruh setelah jangkauan konten karhutla di media sosial dilaporkan menurun.
Tanggung Jawab Produk AI
Meta juga dinilai harus bertanggung jawab penuh atas informasi yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan artifisial miliknya.
Isu ini mencuat usai muncul tangkapan layar percakapan Meta AI yang menyebut kementerian terkait meminta pembatasan informasi.
Meski demikian, Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya telah membantah adanya permintaan untuk menghapus konten tersebut.