Julian Alvarez akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para pendukung Atletico Madrid.
Pernyataan itu diungkapkan sang penyerang setelah ia membawa timnya meraih kemenangan tipis atas Deportivo La Coruna.
Penyerang berusia 26 tahun tersebut mengakui bahwa sikapnya yang sempat mendesak pindah pada musim panas lalu adalah sebuah kesalahan.
Sebelumnya, drama transfer sempat terjadi ketika sang pemain menyatakan niatnya untuk hengkang di tengah gelaran Piala Dunia 2026.
Ketertarikan dari Barcelona sempat menjadi pemicu utama keinginan penyerang asal Argentina itu untuk meninggalkan klub.
Namun, pihak Atletico menolak keras melepasnya ke klub rival mengingat kontraknya masih berlaku hingga tahun 2030.
Situasi tersebut bahkan sempat memicu ketegangan publik antara manajemen Atletico dan pihak Barcelona.
Hingga bursa transfer ditutup, pemain didikan River Plate itu tetap bertahan di Wanda Metropolitano.
Seiring berjalannya waktu, dukungan konsisten dari para suporter membuat hubungan mereka kembali mencair.
Alvarez merasa bersalah karena memahami kemarahan yang sempat dirasakan oleh para pendukung setia klub.
Ia menilai momen pengungkapan keinginannya saat itu tidak tepat dan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan rekan setimnya.
Kontribusi golnya ke gawang Deportivo La Coruna menjadi torehan perdana yang ia cetak di ajang LaLiga musim ini.
Kemenangan tersebut membawa skuad asuhan Diego Simeone terus menempel ketat posisi Barcelona di papan klasemen.
Sejauh ini, Atletico telah mengumpulkan 25 poin dari 10 pertandingan yang sudah dijalani di kompetisi domestik.