⌂ Beranda › News › Analisis Kecelakaan Jet Florida: Indikasi Human Error Penerbangan
News

Analisis Kecelakaan Jet Florida: Indikasi Human Error Penerbangan

Ilustrasi jet pribadi
Investigasi Kecelakaan Pesawat Jet Bisnis di Wilayah Florida Pexels
A A Ukuran Teks16px

Pakar penerbangan menilai ada indikasi kesalahan manusia atau human error dalam insiden jatuhnya jet pribadi Learjet di Florida.

Kecelakaan udara tersebut merenggut nyawa sembilan orang di dalamnya saat pesawat terbang menuju Bahama dari Texas.

Pesawat senilai USD 2 juta itu menembus cuaca buruk sebelum akhirnya mengalami penurunan daya angkat dan menukik tajam.

Pilot veteran Justin Crabbe menyebutkan bahwa kru seharusnya memutar untuk menghindari badai alih-alih melintasinya.

Pengatur lalu lintas udara sebenarnya telah memberikan fleksibilitas kepada pilot untuk mengubah arah penerbangan.

Crabbe menduga para pilot memaksakan diri agar cepat sampai atau mengalami sindrom get-there-itis.

Sebelum kecelakaan, kopilot berusia 20 tahun melaporkan suhu udara di bawah nol derajat dan es yang mulai terbentuk di lambung pesawat.

Lapisan es diketahui dapat mengganggu aliran udara di sekitar sayap serta menyulitkan pesawat untuk tetap mengudara.

Upaya untuk terbang naik demi mencari udara yang lebih cerah justru mempercepat terjadinya stall pada pesawat.

Pengacara penerbangan Zachary S. Gorwitz menyatakan bahwa pesawat menghadapi badai konvektif yang sangat tinggi dan tidak biasa.

Ketika pesawat mulai menukik tajam, ruang bagi pilot untuk melakukan tindakan koreksi menjadi sangat terbatas.

Gorwitz juga meragukan faktor usia kopilot yang masih muda menjadi penyebab utama dalam insiden nahas tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru