Klub Liga Inggris Arsenal memutuskan untuk menggandeng tiga entitas teknologi terkemuka asal Amerika Serikat yaitu NASA, Google, dan Apple.
Langkah tersebut diambil manajemen klub semata-mata demi menekan angka cedera pemain yang tercatat sangat tinggi dalam beberapa musim terakhir.
Per Desember 2025, Arsenal menjadi tim kedua di Premier League dengan jumlah kasus cedera terbanyak mencapai 95 insiden.
Masalah kebugaran ini tidak hanya menimpa tim pria, tetapi juga sempat melanda skuad wanita Arsenal pada musim 2022/2023.
Musim ini, lini serang klub juga harus kehilangan Bukayo Saka yang harus absen selama enam pekan akibat cedera paha.
Kondisi tersebut mendorong klub London utara ini mencari pendekatan medis yang berbeda untuk meminimalisir risiko pemain tumbang.
Kolaborasi Teknologi untuk Rehabilitasi
Arsenal berkonsultasi langsung dengan ahli fisiologi luar angkasa dari NASA guna mengoptimalkan penanganan cedera ACL.
Metode dari NASA diyakini efektif mengurangi masalah otot dan tulang agar proses rehabilitasi pemain berjalan jauh lebih baik.
Selain itu, pemantauan berat badan juga dilakukan agar staf pelatih bisa menyusun porsi menu latihan yang sesuai.
Sementara itu, kerja sama dengan Google berfokus pada analisa data untuk mendeteksi pola pencegahan cedera yang tepat.
Di sisi lain, Arsenal memanfaatkan perangkat Apple Watches untuk memantau detak jantung serta intensitas latihan para pemain.
Gawai tersebut dianggap mampu memberikan data yang akurat bagi tim medis klub dalam menentukan porsi latihan harian.
