Berdasarkan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal, posisi bulan pada saat itu telah memenuhi syarat sehingga awal Syawal diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026.
Data Hilal dari BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga merilis prakiraan posisi hilal untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah.
Konjungsi atau ijtima diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB.
Ketika matahari terbenam pada tanggal tersebut, ketinggian hilal di Indonesia diperkirakan berada pada kisaran 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang.
Sementara itu elongasi bulan diperkirakan berada pada rentang 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.
Data tersebut menjadi salah satu acuan dalam proses rukyat atau pengamatan hilal yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Syawal.
Keputusan Menunggu Sidang Isbat
Meskipun berbagai prediksi telah muncul, penetapan resmi Idul Fitri 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah.
Sidang tersebut akan mempertimbangkan hasil pengamatan hilal serta perhitungan astronomi sebelum menentukan tanggal pasti Lebaran 2026 di Indonesia.
