Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah menggodok penyesuaian tarif bus Transjabodetabek di Balai Kota Jakarta pada Jumat (12/6/2026).
Langkah ini diambil untuk menentukan kepastian biaya perjalanan bagi pengguna transportasi publik antarkota tersebut.
>>> Yamaha Hadirkan MX King 150 Livery Balap dan Promo Spesial di Jakarta Fair 2026
Kepastian mengenai perubahan biaya ini akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Pramono Anung menegaskan bahwa kebijakan baru tersebut tidak akan serta-merta menaikkan harga tiket di seluruh koridor layanan.
"(Tarif) segera difinalkan.
Sementara masih tarif yang sama, dalam waktu segera akan segera diputuskan," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Pemerintah daerah berencana menyelaraskan besaran biaya pada beberapa rute tertentu agar serupa dengan sistem transportasi koridor utama ibu kota.
"Tetapi saya ingin meluruskan sekali lagi bahwa yang Transjabodetabek tidak semuanya kemudian nantinya apa tarifnya itu naik," tambahnya.
Skema perubahan biaya komuter ini nantinya bakal disesuaikan secara spesifik mengacu pada standar regulasi Transjakarta.
"Kalau ada penyesuaian tentunya sama dengan Transjakarta," ucapnya.
Evaluasi kedatangan penumpang memperlihatkan antusiasme yang sangat tinggi pada koridor penghubung pusat kota menuju bandara udara.
Angka keterisian bangku pada rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta dilaporkan telah melampaui estimasi awal operasional.
"Evaluasinya sebenarnya sederhana saja, peminatnya tinggi banget. Dulu kan target kita 2.000 per hari, ternyata lebih dari itu.
>>> Polisi Amankan Dua Penyusup Bawa Bom Molotov Saat Demo Mahasiswa
Karena memang aktivitas orang ke bandara kan tinggi," ujarnya.
Keunggulan jalur khusus bebas hambatan menjadikan moda transportasi massal ini lebih diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan opsi kendaraan lainnya.
"Sekarang ini yang menggunakan bus itu dibandingkan transportasi lain, mereka lebih rata-rata lebih cepat karena punya akses sendiri dan itu keuntungannya," kata Pramono.