⌂ Beranda News Jaksa Agung Florida Gugat OpenAI dan CEO Sam Altman

Jaksa Agung Florida Gugat OpenAI dan CEO Sam Altman

Jaksa Agung Florida Gugat OpenAI dan CEO Sam Altman
Jaksa Agung Florida James Uthmeier dalam konferensi pers
A A Ukuran Teks16px

Jaksa Agung Florida James Uthmeier mengajukan gugatan hukum terhadap OpenAI dan CEO Sam Altman di Pengadilan Tingkat Pertama Florida.

Perusahaan dituduh mengabaikan risiko keselamatan manusia demi mengejar keuntungan bisnis.

>>> Prabowo Subianto Sambut Presiden Jerman dengan Sapaan Bahasa Jerman di Istana

Langkah ini menjadi gugatan pertama dari pemerintah negara bagian AS yang menyoroti aspek keselamatan kecerdasan buatan (AI) dalam operasional OpenAI.

Gugatan setebal 83 halaman itu mendakwa Altman memimpin perusahaan yang lebih memprioritaskan pertumbuhan nilai bisnis daripada perlindungan pengguna.

Uthmeier menuntut pertanggungjawaban pribadi dari Altman atas kerugian warga akibat kebijakan OpenAI.

Pemerintah Florida menyatakan pertumbuhan pesat OpenAI memanfaatkan data dan keselamatan pengguna untuk mendongkrak nilai perusahaan tanpa memikirkan dampak bagi masyarakat.

ChatGPT juga dinilai memicu ketergantungan pada anak-anak serta berkontribusi pada peningkatan kasus kekerasan.

Dokumen gugatan mengaitkan ChatGPT dengan perencanaan insiden penembakan di Florida State University serta pembunuhan dua mahasiswa pascasarjana di University of South Florida pada April 2025.

OpenAI dianggap tetap menyebarkan produknya meski mengetahui potensi bahaya tersebut.

Tuntutan hukum ini mencakup empat pelanggaran praktik perdagangan tidak adil, dua tuduhan kelalaian, dua pelanggaran hukum tanggung jawab produk, satu misrepresentasi penipuan, serta satu tuduhan gangguan kepentingan publik.

Florida menuntut sanksi perdata dan pembatasan pengumpulan data anak di bawah umur.

>>> Anggota DPR Usul Penyiar TV Ucapkan Salam Pancasila Sebelum Baca Berita

Dalam konferensi pers pada Senin, James Uthmeier menegaskan dampak negatif produk tersebut terhadap masyarakat. "Masyarakat telah dirugikan dan para orang tua dikelabui," katanya.

Menurut Uthmeier, OpenAI wajib membayar sanksi dan membenahi produknya melalui penyediaan kontrol orang tua yang lebih ketat.

Kasus ini menambah daftar panjang tantangan hukum yang dihadapi perusahaan AI generatif tersebut.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM