Dwi Hastuti memaparkan berbagai risiko jika anak dipaksakan masuk SD sebelum waktunya. Salah satunya adalah penurunan rasa percaya diri akibat merasa tertinggal dari teman-temannya.
Situasi ini dapat memicu stres, rasa minder, hingga membuat anak rentan menjadi korban perundungan.
"Yang perlu dibangun pada anak bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan hidup seperti percaya diri, empati, kemampuan mengendalikan diri, dan toleransi.
Fondasi inilah yang akan mendukung keberhasilan anak dalam jangka panjang," jelasnya.
Orang tua diimbau untuk memastikan kesiapan anak secara menyeluruh saat akan memasuki SD. Pemeriksaan harus mencakup seluruh aspek perkembangan, bukan hanya nilai akademik.
"Lebih baik anak masuk SD ketika ia sudah matang, mandiri, dan percaya diri.
>>> Lionel Messi Bawa Argentina Ungguli Aljazair di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Tujuan pendidikan bukan sekadar membuat anak cepat sekolah, tetapi membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkembang secara optimal," tutupnya.
