Manajemen Nindya Karya berpendapat bahwa modifikasi fasilitas yang adaptif pada kebutuhan riil merupakan tonggak penting bagi prestasi olahraga difabel.
Proyek ini membuktikan fokus kerja tidak sekadar menyajikan bangunan fisik.
Fasilitas tambahan tersebut nantinya melengkapi total area IPTC yang membentang di atas lahan seluas 80.000 meter persegi lebih.
Wilayah ini sudah memiliki mes atlet, kolam renang, trek atletik, lapangan sepak bola, serta arena olahraga berstandar global.
Kunjungan jajaran Kementerian PU menjadi penentu agar setiap fase pengerjaan tetap berpijak pada aspek inklusivitas.
Kerja sama tiga arah ini mengukuhkan IPTC sebagai pusat pelatihan modern yang ramah disabilitas.
Nindya Karya memandang andil mereka melampaui urusan konstruksi semata, melainkan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga paralimpiade.
>>> Gianni Infantino Gunakan Jet Pribadi Qatar Airways untuk Nonton Piala Dunia 2026
Tempat ini diharapkan menjadi wadah bagi atlet tanah air dalam memupuk rasa percaya diri menuju pentas dunia.
