Federal Reserve memilih mempertahankan suku bunga acuan namun memberikan indikasi hawkish mengenai kebijakan masa depan.
Sembilan dari 19 pembuat kebijakan The Fed memproyeksikan minimal satu kali kenaikan suku bunga lanjutan hingga akhir tahun.
Pelaku pasar mengalkulasikan probabilitas sekitar 70 persen terkait kenaikan suku bunga bank sentral tersebut pada bulan September mendatang.
Tekanan tambahan bagi komoditas ini dipicu oleh revisi target harga dari Goldman Sachs, yang memangkas proyeksi akhir tahun menjadi 4.900 dollar AS per ons dari estimasi awal 5.400 dollar AS per ons.
Penurunan harga emas terjadi di tengah situasi geopolitik global yang masih diselimuti ketidakpastian, termasuk batalnya rencana dialog antara Amerika Serikat dan Iran.
>>> Garena Rilis Kode Redeem Free Fire MAX Terbaru 20 Juni 2026, Raih Hadiah Gratis
Selain emas, penurunan harga juga merembet ke sektor logam lainnya seperti perak yang turun 1,15 persen ke level 64,90 dollar AS per ons, serta tembaga yang terkoreksi 0,75 persen ke posisi 6,33 dollar AS per pon.