Meskipun dikenal sebagai negara yang tertutup, Korea Utara memiliki ekosistem smartphone yang unik bagi masyarakatnya.
Berbeda dengan negara lain, pengguna di sana menghadapi aturan khusus terkait pengunduhan aplikasi dan konten.
>>> Piala Dunia 2026: Jepang Hadapi Brasil Berbekal Rekor Tak Terkalahkan
Sejumlah merek smartphone telah beredar di Korea Utara, mulai dari Arirang dan Pyongyang yang muncul di awal era ponsel pintar, hingga merek-merek baru seperti Masudan yang menawarkan tipe flip.
Mayoritas ponsel pintar yang beredar diyakini diproduksi oleh produsen peralatan asli (OEM) dari China.
Setelah diproduksi, ponsel tersebut dikirim ke Korea Utara untuk kemudian diinstal sistem operasi dan aplikasi oleh merek lokal.
Sistem Operasi Android yang Dimodifikasi
Smartphone di Korea Utara menggunakan varian Android yang telah dimodifikasi dengan penambahan fitur keamanan.
Sistem tanda tangan digital yang terintegrasi mencegah ponsel menerima aplikasi atau konten yang tidak ditandatangani secara resmi oleh pemerintah.
Modifikasi ini bertujuan untuk menjaga kendali pemerintah atas ekosistem ponsel pintar, mencegah penyebaran media yang tidak diizinkan, dan membatasi instalasi aplikasi yang tidak disetujui.
Selain itu, aplikasi bernama Trace Viewer terpasang untuk mengambil tangkapan layar secara berkala saat ponsel digunakan.
>>> Inggris Disarankan Pakai Rogers atau Eze untuk Hadapi Panama
Data ini dapat menunjukkan waktu, tanggal, dan aplikasi yang digunakan, namun pengguna tidak dapat melihat atau menghapus tangkapan layar tersebut.
Keberadaan Trace Viewer menciptakan efek pengawasan yang membuat pengguna berpikir dua kali sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi melanggar aturan.
Unduh Aplikasi Harus Datang Langsung
Ekosistem seluler Korea Utara tidak memiliki fungsi toko aplikasi seperti di negara lain.
Untuk mendapatkan aplikasi dan konten baru, pengguna harus mengunjungi salah satu dari ratusan 'Pusat Pertukaran IT' yang tersebar di seluruh negeri.
Di pusat-pusat ini, aplikasi dan konten baru dapat ditransfer langsung ke ponsel pengguna.
Smartphone di Korea Utara juga dapat digunakan untuk hiburan melalui permainan dan streaming video. Namun, pemerintah terus berupaya memberantas konsumsi media ilegal yang berasal dari luar negeri.
>>> Telkomsel, Indosat, XLSmart Lolos Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Peningkatan penggunaan ponsel untuk layanan negara, pembayaran transportasi, pembayaran elektronik, dan pengiriman, memberikan pemerintah cara tambahan untuk mengumpulkan data dan memantau perilaku warga.