Jutaan jemaah memadati Masjidil Haram setiap musim haji dan umrah. Di tengah keramaian itu, suara azan, imam, dan khutbah tetap terdengar jernih dari berbagai sudut masjid.
Kejernihan suara tersebut ditopang oleh sistem audio modern yang dioperasikan Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
>>> AC Sharp 1 PK Hemat Rp 1,6 Juta di Transmart Full Day Sale
Mengutip Saudi Press Agency (SPA), lebih dari 260 speaker dipasang di koridor-koridor sekitar Masjidil Haram.
Speaker-speaker itu tersambung dengan jaringan kabel dan fiber optik sepanjang lebih dari delapan kilometer.
Infrastruktur ini memungkinkan suara azan, salat berjemaah, hingga khutbah Jumat ditransmisikan dengan akurasi tinggi dan latensi rendah.
Sinkronisasi Kunci Utama
Sinkronisasi menjadi kunci utama sistem audio Masjidil Haram.
>>> Kolombia Juara Grup K Piala Dunia 2026 Usai Imbang Lawan Portugal
Dengan pengaturan presisi, suara dapat menjangkau area mataf, pelataran, koridor, hingga kawasan sekitar masjid tanpa menimbulkan efek gema yang mengganggu.
Meski jemaah berpindah tempat dan salat di lokasi berbeda—mulai dari dekat Ka'bah, rooftop, pelataran, hingga koridor yang jauh—kualitas suara imam tetap terdengar jernih dan merata.
Bagi jutaan jemaah, lantunan ayat Al-Qur'an dari para imam Masjidil Haram menjadi pengalaman spiritual yang membekas.
>>> RD Kongo Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Uzbekistan
Di balik itu, teknologi bekerja nyaris tanpa terlihat untuk memastikan setiap ayat terdengar jelas di seluruh kompleks masjid.