⌂ Beranda News Cape Verde Melejit di Piala Dunia 2026, Kaptennya Kena Kasus Pemerkosaan

Cape Verde Melejit di Piala Dunia 2026, Kaptennya Kena Kasus Pemerkosaan

Cape Verde Melejit di Piala Dunia 2026, Kaptennya Kena Kasus Pemerkosaan
Ilustrasi: Cape Verde Melejit di Piala Dunia 2026, Kaptennya Kena Kasus Pemerkosaan
A A Ukuran Teks16px

Miami - Cape Verde menjadi debutan yang melejit di Piala Dunia 2026 setelah lolos ke 32 besar. Namun di tengah euforia itu, kapten tim, Ryan Mendes, tersandung kasus pemerkosaan.

Menurut laporan media Brasil, O Globo, Mendes tengah diselidiki terkait dugaan pemerkosaan. Peristiwa itu diduga terjadi sebelum ia tampil di Piala Dunia 2026.

>>> Fakta Menarik Zamzam Tower di Makkah, Bukan Cuma Jam Raksasa

Dalam laporan tersebut, Mendes diduga melakukan pemerkosaan di Selandia Baru pada akhir Maret lalu. Saat itu, Cape Verde sedang mengikuti turnamen persahabatan bersama Chile dan tuan rumah.

Korban adalah seorang penerjemah asal Brasil yang ditunjuk bertugas di ajang tersebut. Ia mengaku diserang Mendes saat diundang ke acara tim di sebuah hotel di Auckland.

Ryan Mendes disebut memasuki kamarnya, mencekik, memukul, dan menggigitnya sebelum memerkosanya.

in2

Korban bersama suaminya melaporkan kejadian itu ke federasi Cape Verde dan FIFA dengan menyertakan foto-foto luka sebagai bukti.

Korban berharap Mendes segera dicoret dari timnas dan dilarang ke Piala Dunia 2026.

Namun, federasi Cape Verde merespons dengan mengatakan kasus itu 'murni urusan pribadi Mendes, bukan federasi' melalui pesan WhatsApp.

Pada 10 April, korban melaporkan kasus ini ke polisi.

Laporan didukung hasil pemeriksaan medis di klinik khusus korban kekerasan seksual, yang menunjukkan memar di payudara, leher, bibir, kulit kepala, bokong, serta luka di area genital.

>>> Chelsea Tawar Granit Xhaka, Ditolak Mentah-mentah Sunderland

Federasi Sepakbola Selandia Baru juga melaporkan kasus ini ke FIFA pada Mei lalu.

Kepala Eksekutif Badan Sepak Bola Oseania, Andrew Pragnell, menegaskan FIFA telah mengetahui hal ini dan terus memantau proses hukum.

Menurut undang-undang Selandia Baru, Ryan Mendes bisa dihukum hingga 20 tahun penjara. Hingga kini, Federasi Sepakbola Cape Verde masih bungkam.

Mendes adalah pemain penting bagi Cape Verde. Ia memegang rekor caps terbanyak (101) dan top skor sepanjang masa dengan 22 gol.

Di fase grup Piala Dunia 2026, pemain yang membela klub divisi dua Turki, Igdir, itu tampil melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.

Kasus ini muncul di tengah keberhasilan Cape Verde lolos ke fase gugur.

Tim berjuluk Blue Sharks itu tampil solid di Grup H, termasuk menahan Spanyol 0-0 dan Uruguay 2-2. Mereka lolos sebagai runner-up di bawah Spanyol.

>>> Jerman Diingatkan soal Kelemahan di Lini Tengah Jelang Lawan Paraguay

Di 32 besar, Cape Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina. Pertandingan dijadwalkan pada Sabtu (4/7/2026) WIB.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru