Kabar gembira datang dari Filipina.
Salah satu spesies Rafflesia paling langka di negara itu, Rafflesia manillana, akhirnya ditemukan kembali setelah lebih dari 15 tahun tidak terdokumentasi di alam liar.
>>> Paraguay Tahan Prancis 0-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Penemuan ini terjadi dalam survei eksplorasi di Samar Island Natural Park (SINP), kawasan hutan lindung terbesar di Filipina.
Keberadaan Rafflesia manillana terakhir kali tercatat di kawasan tersebut pada Maret 2011.
Selama bertahun-tahun setelah itu, keberadaannya tidak lagi terkonfirmasi, memunculkan kekhawatiran akan penyusutan populasi akibat kerusakan habitat.
Survei yang dilakukan oleh Protected Area Management Office di SINP bertujuan memetakan persebaran dan kondisi populasi Rafflesia di kawasan konservasi tersebut.
Identitas bunga langka ini dikonfirmasi oleh dua ahli botani Filipina, Dr. Pastor Malabrigo Jr. dan Dr. Julie Barcelona.
Penemuan kembali ini memberikan harapan baru bagi upaya pelestarian spesies yang terancam punah ini, menunjukkan bahwa populasinya masih mampu bertahan di tengah tekanan terhadap ekosistem hutan.
Karakteristik Unik Rafflesia
Berbeda dengan tumbuhan pada umumnya, Rafflesia merupakan tumbuhan holoparasit yang seluruh kebutuhan hidupnya bergantung pada tanaman inang.
>>> Meksiko vs Inggris: Duel 16 Besar Piala Dunia 2026 Penuh Tantangan
Tumbuhan ini tidak memiliki daun, batang, maupun akar. Sebagian besar siklus hidupnya berlangsung tersembunyi di dalam jaringan tanaman merambat genus Tetrastigma.
Bunga raksasanya hanya muncul selama beberapa hari sebelum akhirnya layu. Rafflesia mengeluarkan aroma menyengat menyerupai daging membusuk untuk menarik lalat sebagai penyerbuk alami.
Di Filipina, Samar Rafflesia telah dikategorikan sebagai spesies terancam punah karena penyebarannya yang sangat terbatas dan rentan terhadap kerusakan habitat serta aktivitas manusia.
Survei terbaru ini juga bertujuan mengumpulkan data lapangan untuk mendukung strategi konservasi, pengelolaan habitat, dan pemantauan populasi jangka panjang.
Samar Island Natural Park membentang di tiga provinsi dan merupakan hutan lindung daratan terbesar di Filipina, serta salah satu bentang hutan hujan tropis tua yang tersisa.
Kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai satwa endemik dan terancam punah, termasuk elang Filipina dan tarsius Filipina.
>>> Kimi Antonelli Raih Kemenangan Sprint Race F1 GP Inggris 2026
Penemuan kembali Samar Rafflesia memperkuat pentingnya menjaga kawasan hutan alami sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati.
