Persaingan memperebutkan enam Super Tiket di Audisi Umum PB Djarum 2026 Pekanbaru semakin memanas.
Tim Pencari Bakat PB Djarum, Yuni Kartika, mengapresiasi perkembangan ekosistem bulutangkis di luar Pulau Jawa.
>>> Scaloni Bantah Argentina Dibantu di Piala Dunia 2026
Kami cukup gembira melihat ekosistem bulutangkis masih tetap berjalan dengan baik di luar Jawa. Poin utamanya adalah bagaimana potensi-potensi yang ada di daerah tetap menjadi incaran bagi kami,
ujar Yuni dalam keterangan persnya. Ajang pencarian bakat ini diselenggarakan di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau, pada 8-12 Juli 2026.
Ratusan atlet muda bersaing di kategori U-11, KU-11, dan KU-12, baik putra maupun putri, untuk meraih Super Tiket.
Yuni menambahkan bahwa semangat melahirkan atlet baru di bulutangkis Indonesia tidak pernah padam.
Perbaikan Aspek Dasar dan Karakter Atlet
Dalam memantau talenta putri yang melaju ke babak semifinal, Yuni mencatat bahwa mayoritas masih memerlukan perbaikan pada aspek dasar permainan.
>>> Lampung Fast Swim 2026: Ajang Menjaring Bibit Perenang Unggul Indonesia
Ia memberikan apresiasi kepada beberapa klub di luar Jawa yang telah menerapkan standar pelatihan dasar yang benar.
Untuk kategori putri, tiga hal yang membuat seorang anak terlihat istimewa adalah footwork yang efektif, bakat membidik titik pukul yang pas, serta kemandirian karakter di lapangan.
Kami mencari anak yang tidak terus-menerus menengok ke pelatihnya, tapi tahu kapan dia salah dan tahu hal yang harus dilakukan saat menghadapi lawan yang lebih besar atau lebih kecil.
Karakter atau kemandirian seperti ini sangat kami nilai,
>>> Link Live Streaming Argentina vs Swiss di Perempatfinal Piala Dunia 2026
jelas Yuni.
