Di dunia reptil, sebagian besar ular berkembang biak melalui perkawinan antara jantan dan betina. Namun, ada satu spesies yang mematahkan aturan tersebut, yaitu ular buta Brahmin (Indotyphlops braminus).
Spesies ini diketahui memiliki populasi yang seluruhnya terdiri atas betina dan mampu berkembang biak tanpa perlu kawin.
>>> Tiket Piala Dunia Anjlok Pasca AS dan Portugal Tersingkir
Fenomena langka ini membuat ular buta Brahmin menjadi salah satu reptil paling unik di dunia.
Reproduksi Tanpa Pembuahan
Para ilmuwan menyebut cara berkembang biaknya sebagai partenogenesis, yaitu proses ketika embrio berkembang dari sel telur tanpa pembuahan oleh sperma.
Dengan mekanisme ini, seekor ular betina dapat menghasilkan keturunan yang secara genetik sangat mirip dengan induknya. Akibatnya, hampir seluruh keturunannya merupakan 'salinan genetik' dari induknya.
Kemampuan ini membuat spesies tersebut mampu membentuk populasi baru hanya dari satu individu yang berpindah ke habitat lain.
Hal tersebut pula yang menjadikan ular buta Brahmin sebagai salah satu spesies ular dengan persebaran paling luas di dunia.
Awalnya ular ini diperkirakan berasal dari Asia Selatan atau Asia Tenggara. Namun, kini spesies tersebut telah ditemukan di berbagai wilayah tropis dan subtropis di hampir seluruh benua.
Penyebarannya diduga banyak terbantu oleh aktivitas manusia, terutama melalui perdagangan tanaman hias. Telur atau individu ular berukuran kecil dapat ikut terbawa di dalam media tanam tanpa disadari.
Penampilan dan Kebiasaan Unik
Ular buta Brahmin memiliki tubuh yang sangat kecil, dengan panjang rata-rata sekitar 6 hingga 17 sentimeter dan diameter tubuh hanya beberapa milimeter.
>>> Starting Grid MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Pole, Bezzecchi Absen
Karena bentuknya ramping, mengilap, dan berwarna cokelat kehitaman, ular ini kerap disangka cacing tanah. Matanya juga sangat kecil dan tertutup sisik, sehingga kemampuan penglihatannya terbatas.
