⌂ Beranda News Cyber Breaker Season 3: Kompetisi Esports Cetak Ratusan Talenta Hacker

Cyber Breaker Season 3: Kompetisi Esports Cetak Ratusan Talenta Hacker

Cyber Breaker Season 3: Kompetisi Esports Cetak Ratusan Talenta Hacker
Ilustrasi: Cyber Breaker Season 3: Kompetisi Esports Cetak Ratusan Talenta Hacker
A A Ukuran Teks16px

Minat generasi muda Indonesia terhadap keamanan siber menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini terbukti dari lonjakan jumlah peserta dalam ajang Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3.

Kompetisi yang diinisiasi oleh Peris.

>>> Messi Samai Rekor Cafu Tiga Kali Tampil di Final Piala Dunia

ai Cybersecurity bersama RRQ ini sukses digelar di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, fX Sudirman, pada Sabtu (11/7/2026).

Ajang ini berhasil menjaring 916 peserta dari 458 tim, yang terdiri dari mahasiswa hingga praktisi keamanan siber. Angka partisipasi ini melonjak drastis dibandingkan musim sebelumnya.

Sensasi 'Hacking' dalam Format Esports

Cyber Breaker mendobrak stigma bahwa keamanan siber adalah topik teknis yang membosankan dengan menyulapnya menjadi kompetisi cyber esports.

Para finalis bertarung secara offline memperebutkan gelar juara dengan menyelesaikan berbagai kategori tantangan, seperti web, crypto, pwn, dan reverse.

Acara ini dikemas dengan elemen esports yang kental, termasuk caster untuk memandu jalannya live hacking battle dan visualisasi data interaktif.

Head of Cyber Breaker Competition, Rheza Dio, menyatakan bahwa kompetisi ini bertujuan menunjukkan bahwa cybersecurity bisa menjadi ruang yang lebih terbuka dan menarik bagi generasi muda.

>>> Unai Simon Pecahkan Rekor Clean Sheet Spanyol di Piala Dunia

Cyber Breaker dirancang sebagai talent pipeline yang mempertemukan talenta muda berbakat dengan kebutuhan industri dan pemerintah.

Selain pertandingan utama, acara ini juga memperkenalkan program Cyber Breaker Bounty, sebuah inisiatif pencarian celah keamanan secara legal dan etis.

Program ini menjembatani para 'hacker baik' dengan mekanisme pelaporan profesional di dunia nyata.

Grand Final ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis dari Peris. ai, RRQ, PT Satria Siber Nusantara, Kemenparekraf, dan BSSN.

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan Cyber Breaker sebagai Intellectual Property Ekonomi Kreatif Digital yang menjanjikan bagi ketahanan siber nasional.

Melihat antusiasme yang tinggi, penyelenggara berencana memperluas jangkauan Cyber Breaker ke tingkat regional Asia Tenggara pada musim mendatang.

>>> 12 Juta Orang Tanda Tangani Petisi Usir Argentina dari Piala Dunia

Dengan tajuk 'Next level: Season 4, ASEAN, and beyond,' kompetisi ini siap mencetak talenta-talenta cyber esports mumpuni di kawasan tersebut.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM