Legenda sepakbola Jerman, Lothar Matthaeus, mengkritik keputusan Thomas Tuchel yang mengganti Declan Rice saat Inggris kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.
Pertandingan berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Inggris sempat unggul 1-0 hingga menit ke-84, namun akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina.
Keputusan Kontroversial Tuchel
Matthaeus menyoroti langkah Tuchel yang menarik Rice pada menit ke-82 untuk menambah pemain bertahan. Padahal, sebelumnya ia sudah menarik Anthony Gordon pada menit ke-72 untuk memasukkan bek.
Menurut Matthaeus, keputusan itu mengubah struktur permainan Inggris dan menunjukkan kepada Argentina bahwa Inggris hanya ingin bertahan. "Rice penting untuk struktur tim.
Dengan menggantinya, Tuchel mengubah seluruh struktur permainan," ujarnya kepada Bild.
Ia menambahkan, "Mengapa mengubah sesuatu yang sudah berhasil? Saya sangat menghormati Thomas Tuchel, tetapi dia mengambil risiko dan kalah!
Dan bukan untuk pertama kalinya."
Akibat perubahan tersebut, Inggris kesulitan menutup pergerakan Lionel Messi yang bergeser ke sayap kanan dan menciptakan dua assist.
Inggris pun terlalu pasif dan kehilangan kemampuan melancarkan serangan balik.
Matthaeus juga menyinggung kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026. Ia menilai Julian Nagelsmann salah besar memainkan Joshua Kimmich sebagai bek sayap, bukan di posisi gelandang.