Federasi Sepakbola Korea (KFA) menjatuhkan hukuman larangan melatih selama 10 tahun kepada Shin Tae-yong. Sanksi berat ini dijatuhkan pada Jumat (24/7) setelah melalui proses penyelidikan yang panjang.
Hukuman ini bermula saat Shin Tae-yong menangani klub Ulsan HD pada periode Agustus hingga Oktober 2025. Selama dua bulan masa kepelatihannya, ia dilaporkan menghadapi kesulitan yang signifikan.
>>> Dendam Dipecat, Mantan Karyawan Hapus 180 Server, Rugikan Perusahaan Rp 16,4 Miliar
Permasalahan utama yang muncul di Ulsan HD adalah perseteruan dengan para pemainnya, yang dipicu oleh masalah komunikasi dan perbedaan gaya melatih.
Berbagai rumor sempat beredar mengenai perilakunya, termasuk dugaan terlalu sering bermain golf hingga membawa perlengkapan pribadi saat laga tandang.
Beberapa pemain juga mengindikasikan adanya kontak fisik yang dilakukan Shin Tae-yong saat sesi latihan. Hal ini kemudian terkonfirmasi melalui sebuah video yang beredar luas.
Dalam video tersebut, Shin Tae-yong terlihat menampar salah satu pemainnya, Jung Seung-hyun.
Di akhir musim, Jung Seung-hyun sempat menyindir gaya melatih Shin Tae-yong dengan menyatakan bahwa perilaku tersebut tidak sesuai untuk masyarakat modern.
>>> Jadwal Semifinal China Open 2026: Fajar/Fikri Jadi Asa Terakhir Indonesia
Menyusul kejadian tersebut, Komisi Fair Play KFA memulai proses investigasi resmi pada Desember 2025. Setelah delapan bulan penyelidikan, Shin Tae-yong dinyatakan bersalah.
Akibatnya, pelatih yang pernah menukangi Timnas Korea itu dijatuhi sanksi larangan melatih di Korea selama satu dekade.
Sanksi ini dapat mencakup penangguhan lisensi kepelatihan hingga larangan berpartisipasi dalam kegiatan sepakbola domestik.
Sanksi ini dijatuhkan tak lama setelah Shin Tae-yong menerima tawaran sebagai pelatih baru Persija Jakarta.
>>> Carrick Puji Pemain Muda MU Usai Pesta Gol ke Gawang Rosenborg
Pihak Persija Jakarta menyatakan menghormati keputusan KFA dan akan terus memantau perkembangan lebih lanjut.
