Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) mengaku kecewa dengan rencana Presiden FIFA Gianni Infantino yang akan menjual 20 persen saham Piala Dunia ke sektor privat.
Rencana ini, yang diperkirakan dapat meraup investasi senilai 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 75 triliun, juga menjanjikan dana besar bagi 211 anggota FIFA, termasuk Indonesia yang berpotensi menerima lebih dari Rp 720 miliar.
>>> Nilai Pasar Timnas Indonesia Jauh Ungguli Timor Leste di Piala AFF 2026
AFC merasa tidak dilibatkan dalam pembahasan usulan tersebut dan mempertanyakan transparansi FIFA.
Menurut AFC, masalah sepenting ini seharusnya tidak menjadi konsumsi publik sebelum keluarga besar AFC diberi kesempatan untuk menelaah dan mendiskusikannya melalui saluran tata kelola yang tepat.
Dalam rilisnya, AFC menekankan bahwa inisiatif berskala besar seperti ini harus didasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna.
>>> Nvidia dan Raksasa Teknologi Bentuk Aliansi Keamanan AI Open-Source
Badan sepak bola Asia tersebut meyakini bahwa semua pemangku kepentingan harus diberikan informasi yang memadai dan waktu yang cukup untuk menilai proposal secara menyeluruh, termasuk implikasi tata kelola, hukum, komersial, dan strategisnya.
UEFA sebelumnya juga telah mengecam rencana tersebut, menuding FIFA hendak menjual 'jiwa' sepakbola demi uang.
>>> Piala AFF 2026: Pelatih Vietnam Pantau Ketat Timnas Indonesia
UEFA berpendapat bahwa Piala Dunia seharusnya hanya dikelola oleh FIFA selaku perwakilan sepakbola dunia, dan memberi ruang bagi pihak lain dapat mengubah esensi olahraga tersebut dari hiburan menjadi ajang mengeruk kepentingan komersial semata.
