Indonesia akan menjadi tuan rumah 8th Asian Taekwondo Open Championship 2026, sebuah kejuaraan bergengsi berstatus World Taekwondo (WT) G2.
Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
>>> Fulham Dekat Datangkan Dua Pemain Muda Real Madrid
Penunjukan ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan diplomasi dan komunikasi intensif.
Indonesia berhasil memenangkan bidding melawan kandidat kuat lainnya, yaitu Vietnam dan Arab Saudi, dalam Extraordinary Council Meeting di Fujairah, Uni Emirat Arab, pada Februari 2026.
Sekretaris Jenderal PBTI, Rafael Siagian, mempresentasikan kesiapan Indonesia di hadapan para petinggi Asian Taekwondo Union (ATU). Presentasi ini dilakukan atas arahan Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon.
Richard Tampubolon menyatakan bahwa kepercayaan ATU kepada Indonesia adalah amanah yang harus dijawab dengan penyelenggaraan terbaik.
Hal ini juga menjadi momentum untuk mempercepat lahirnya atlet-atlet Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional.
Sejak memimpin PBTI, organisasi tidak hanya fokus pada pembinaan atlet, tetapi juga berupaya memperkuat posisi Indonesia di percaturan taekwondo internasional melalui hubungan konstruktif dengan federasi Asia dan World Taekwondo.
>>> Vietnam Siapkan Strategi untuk Menghentikan Mitchell Baker di Piala AFF 2026
Menurut Richard, akses terhadap kompetisi berkualitas sangat penting untuk membangun prestasi atlet.
Dengan menjadi tuan rumah, atlet Indonesia dapat merasakan atmosfer pertandingan dunia di rumah sendiri dan berhadapan langsung dengan atlet terbaik berbagai negara.
Kepercayaan ATU ini juga membuktikan Indonesia semakin diperhitungkan sebagai mitra strategis dalam pengembangan taekwondo Asia.
Rafael Siagian menambahkan bahwa kepercayaan tersebut adalah hasil kerja panjang, diplomasi, pembinaan, dan keyakinan bahwa Indonesia layak sejajar dengan negara-negara kuat taekwondo Asia.
Rafael berharap kepercayaan ini tidak hanya berhenti pada keberhasilan menjadi tuan rumah.
Ia menekankan agar PBTI mampu melahirkan lebih banyak atlet Indonesia yang menembus podium di tingkat Asia, dunia, hingga Olimpiade.
>>> Marcus Rashford Ucapkan Selamat Tinggal ke Barcelona
Ukuran sesungguhnya dari sebuah event internasional, menurutnya, bukan semata-mata kemegahan penyelenggaraan, melainkan dampak positifnya bagi masa depan prestasi bangsa.
