⌂ Beranda News I.League Resmi Cabut Larangan Suporter Away, Ini Syaratnya

I.League Resmi Cabut Larangan Suporter Away, Ini Syaratnya

I.League Resmi Cabut Larangan Suporter Away, Ini Syaratnya
I.League Resmi Cabut Larangan Suporter Away, Ini Syaratnya
A A Ukuran Teks16px

Operator kompetisi I. League memastikan aturan larangan suporter tandang (away) resmi dicabut.

Suporter kembali bisa mendampingi tim kesayangan mereka saat bertanding di kandang lawan pada musim depan.

>>> Pameran INTI 2026 di JIExpo Jakarta: Inovasi Teknologi Masa Depan Dipamerkan

Larangan suporter away telah berlaku selama empat musim di kompetisi sepak bola Indonesia. Aturan ini pertama kali diberlakukan menyusul Tragedi Kanjuruhan pada Liga 1 2022/23.

PSSI sebelumnya beralasan larangan ini datang dari FIFA yang tidak ingin insiden serupa terulang.

Namun, dalam perjalanannya, aturan ini kerap diprotes suporter yang tetap nekat datang ke kandang lawan.

Restu FIFA dan Sistem Baru

Direktur Utama I. League Ferry Paulus mengatakan pihaknya telah menyampaikan proposal dan purpose kepada FIFA.

FIFA memberikan restu dengan catatan suporter klub harus mematuhi segala hal yang sudah disampaikan kepada seluruh klub.

"Ada batasan-batasan yang harus dipatuhi dan larangan-larangan yang harus dijaga. Dengan demikian, keberadaan suporter away ini bisa terus berjalan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

>>> Fenomena Langka 12 Agustus 2026: Gerhana Matahari Total dan Tips Aman

I. League akan menerapkan sistem baru yang sudah diverifikasi kepolisian untuk pembelian tiket.

Sistem tersebut sudah diperkenalkan kepada klub dan diuji coba.

Ferry Paulus mengklaim sistem ini berjalan sangat baik karena beberapa infrastruktur juga sudah diperbaiki. Kehadiran suporter away diharapkan memberi warna baru di kompetisi sepak bola Indonesia.

Meski demikian, ada pengecualian untuk laga dengan rivalitas tinggi.

"Untuk klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi atau terdapat indikasi berdasarkan informasi intelijen, pertandingan tertentu dapat melarang kehadiran suporter away," tegas Ferry.

Contohnya seperti Arema FC melawan Persebaya atau Persija melawan Persib. Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir.

>>> Padel Jadi Gaya Hidup Aktif, Juego Padel Club Hadir di Jakarta Barat

"Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM