⌂ Beranda News Antarktika, 'Gudang' Meteorit Terbesar di Bumi Berkat Proses Alam Unik
News

Antarktika, 'Gudang' Meteorit Terbesar di Bumi Berkat Proses Alam Unik

Antarktika, 'Gudang' Meteorit Terbesar di Bumi Berkat Proses Alam Unik
Antarktika, 'Gudang' Meteorit Terbesar di Bumi Berkat Proses Alam Unik
A A Ukuran Teks16px

Antarktika, benua terdingin di Bumi, ternyata menyimpan kekayaan tak ternilai bagi para ilmuwan: puluhan ribu batuan dari luar angkasa.

Sejak penemuan pertama pada 1912, lebih dari 45.000 meteorit telah ditemukan di lapisan esnya.

>>> PSG Raih Gelar Piala Super Eropa Usai Kalahkan Aston Villa 2-1

NASA memperkirakan jumlah ini bisa mencapai 300.000 meteorit yang masih menunggu untuk ditemukan di permukaan atau dekat permukaan es Antarktika.

Fenomena ini bukan disebabkan oleh frekuensi jatuhnya meteorit yang lebih tinggi di Antarktika.

Sebaliknya, kombinasi unik antara es, angin, pegunungan, dan waktu bekerja sama untuk mengumpulkan meteorit di lokasi-lokasi spesifik.

Proses Alam Pengumpul Meteorit

Ketika meteorit mendarat di Antarktika, ia dapat segera tertutup salju yang kemudian memadat menjadi es.

Lapisan es ini tidak statis; gletser bergerak perlahan akibat gravitasinya sendiri, membawa meteorit yang terperangkap bersamanya.

Selama ribuan hingga ratusan ribu tahun, aliran es ini membawa meteorit menuju wilayah tertentu. Pertemuan aliran es dengan penghalang alami seperti pegunungan dapat memperlambat atau mengubah arah pergerakannya.

Di sinilah peran angin katabatik, angin dingin dan kering yang mengalir dari dataran tinggi ke daerah rendah, menjadi krusial.

Angin ini menghambat penumpukan salju baru dan mengikis permukaan es. Sebagian es juga menguap melalui proses sublimasi.

Meteorit, yang tidak ikut menghilang, perlahan muncul ke permukaan seiring terkikisnya lapisan es yang membawanya.

Proses jangka panjang ini mengkonsentrasikan meteorit dari area yang luas ke zona-zona tertentu yang dikenal sebagai 'meteorite stranding zones'.

Peran Wilayah 'Blue Ice'

Lokasi-lokasi kaya meteorit ini umumnya berada di area yang disebut 'blue ice' atau es biru.

Berbeda dari permukaan Antarktika yang tertutup salju putih, area ini mengekspos es padat yang lebih tua setelah salju permukaannya tersingkir.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM