RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, kembali menjadi sorotan publik berkat inovasi budidaya ikan lele di selokan.
Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian sepuluh negara untuk melakukan studi banding dan mendapatkan apresiasi dari Tiongkok.
>>> Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Warga Dunia Terpukau Saksikan Fenomena Langit
Lingkungan RT ini telah tertata rapi dengan ekosistem biopori, kandang ayam tanpa bau, hingga sistem keamanan CCTV modern.
Namun, pertanyaan muncul mengenai besaran modal yang dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan seperti ini.
Sumber Pendanaan Proyek RT
Ketua RT 08, Taufiq Supriadi, mengungkapkan bahwa total modal untuk berbagai program mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu contohnya adalah instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang membutuhkan modal utama sebesar Rp 177 juta.
Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, Taufiq secara aktif mengajukan proposal kepada berbagai perusahaan agar mereka bersedia memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Pendekatan ini dilakukan dengan pertimbangan dan dasar yang matang untuk setiap pengajuan bantuan.
Taufiq juga berencana mendirikan Eco EduFarm di lahan kosong sekitar RT, yang diperkirakan memerlukan dana hingga miliaran rupiah.
Ia menyebutkan bahwa untuk area A dibutuhkan Rp 2,1 miliar dan area E sebesar Rp 2,2 miliar.
Meskipun pemerintah belum memberikan bantuan dana, mereka telah memberikan dukungan berupa pelatihan tenaga kerja, khususnya terkait budidaya lele di lingkungan RT 08.
>>> Ayah Meninggal, Lionel Messi Ungkap Keraguan Lanjutkan Karier Sepak Bola
Transparansi Keuangan Melalui Aplikasi
Untuk menjaga transparansi, RT 08 memiliki aplikasi bernama RTOnline dan sebuah website. Melalui platform ini, seluruh warga dapat memantau arus kas RT, termasuk rincian pemasukan dan pengeluaran.
Aplikasi dan website tersebut menampilkan total penerimaan, total pengeluaran, saldo kas bulanan, dana abadi, hingga total keseluruhan kas.
