Badan Riset dan Inovasi Nasional saat ini tengah memfokuskan perhatian pada pengembangan teknologi roket dua tingkat.
Berdasarkan peta jalan terbaru, uji coba penerbangan roket tersebut dijadwalkan berlangsung pada tahun 2029.
>>> ToxicPanda 2.0 Incar Android, Saldo Rekening Ludes Dicuri Malware
Sejumlah teknologi kunci disiapkan secara bertahap melalui dukungan Program Invitasi Strategis atau PRIS.
Teknologi tersebut mencakup motor roket RX 450, sistem separasi, sistem kontrol, serta perangkat telemetri.
Kepala Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Arif Nur Hakim, menyatakan bahwa dukungan dana tersebut membantu periset fokus mencapai target.
Penyesuaian tahapan riset dilakukan guna memastikan penguasaan teknologi kunci berjalan lebih matang dan solid.
>>> Prediksi Liga Inggris: Michael Owen Ungkap 5 Tim Teratas Pilihan
Tim periset menargetkan penyelesaian desain keseluruhan serta sistem separasi pada tahun 2026.
Pengujian lanjutan seperti uji statis motor roket dan uji terbang sistem separasi direncanakan berjalan pada 2027.
Selanjutnya, uji terbang tingkat pertama dan kedua secara terpisah akan dilakukan pada 2028.
Selain program roket, BRIN juga menggarap pembangunan Bandar Antariksa dengan menggandeng mitra investor strategis.
>>> Maresca Tetap Tenang Meski Banyak Pemain Tinggalkan Manchester City
Desain dasar bandar antariksa tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2026 ini.