Penyerang tim nasional Brasil, Endrick, mengungkap bahwa dirinya mendapat dukungan moral besar dari Jude Bellingham dan Trent Alexander-Arnold saat menghadapi masa sulit di Real Madrid sebelum dipinjamkan ke Lyon.
Pemain berusia 19 tahun tersebut sempat kesulitan menembus tim utama Los Blancos yang dipenuhi bintang, sebelum akhirnya bangkit melalui masa peminjaman selama enam bulan di Liga Prancis bersama Lyon.
>>> Timnas Wanita Brasil Kalahkan Amerika Serikat 2-1 dalam Laga Uji Coba
Performa apik di Prancis berhasil mengamankan satu tempat di skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara bersama Men in Blazers di YouTube, Endrick menceritakan bahwa keputusannya bergabung dengan Real Madrid didasari oleh impian masa kecil dan kekagumannya pada Cristiano Ronaldo.
"In the end, when Real Madrid calls you and makes you an offer, it’s impossible to say no.
It’s the best team in the world and where everyone wants to play," kata Endrick.
Faktor sejarah banyaknya pemain asal Brasil yang sukses di Santiago Bernabeu turut memperkuat keputusan sang penyerang muda untuk memantapkan kariernya di Spanyol.
"My childhood idol was Cristiano Ronaldo. When he signed for Madrid, it made me dream even more about playing there," ujar Endrick.
Namun, ketatnya persaingan di lini depan Real Madrid membuat tahun pertamanya berjalan sangat berat.
“The first year is difficult. You arrive at a team with players like Modric, Vinicius and Rodrygo.
It’s very hard to play when you have all of them around you, but you also learn so much," ungkap Endrick.
Di tengah situasi sulit tersebut, komunikasi intensif dengan para pemain senior berbakat asal Inggris menjadi penyelamat emosional bagi penyerang yang terikat kontrak di Bernabeu hingga Juni 2030 ini.
“Bellingham calls me every day. When I was struggling, he would come over and we would talk.
He helped me a lot. Trent as well.