Otak manusia memerlukan penurunan stimulasi agar bisa terlelap dengan cepat menjelang malam hari.
Aktivitas memeriksa ponsel sudah memadai untuk mengaktifkan kerja otak dan menunda rasa kantuk karena pikiran menjadi siaga terhadap konten layar.
Layar gawai memancarkan cahaya biru yang mampu mengacaukan ritme sirkadian atau jam biologis internal 24 jam milik tubuh.
Paparan cahaya biru pada malam hari menekan produksi hormon melatonin yang bertugas mengatur siklus tidur, sehingga berisiko memicu insomnia bagi orang yang menatap layar dua jam berturut-turut.
Kendati demikian, konten serta aktivitas yang diakses di dalam ponsel dinilai memiliki pengaruh yang jauh lebih masif dalam merusak pola tidur dibandingkan sekadar efek paparan cahaya biru.
Proses menuju tidur idealnya berlangsung dalam suasana batin yang tenang dan damai bagi setiap individu.
>>> Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Rp 33.000 per Gram pada 7 Juni 2026
Menjelajahi media sosial sebelum tidur rentan mempertemukan pengguna dengan konten yang memicu rasa kesal, cemas, stres, atau bahkan kegembiraan berlebih yang merangsang tubuh tetap terjaga semalaman.