Gangguan pada sistem pencernaan anak dapat memicu perubahan suasana hati menjadi rewel dan mengganggu kualitas tidur.
Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan langsung antara saluran cerna dan otak, yang dikenal sebagai fenomena gut-brain axis.
>>> Terapis Spa di Surabaya Didakwa Menguras Rekening Pelanggan Rp 1,2 Miliar
Menurut dokter spesialis anak, dr. Miza Afrizal Azwir, Sp. A, BMedSci, MKes, saluran pencernaan merupakan satu-satunya organ yang memiliki kontak langsung ke otak tanpa perantara.
Masalah penyerapan makanan atau ketidakseimbangan bakteri di lambung akan langsung dikirimkan ke pusat kendali tubuh karena saluran pencernaan memiliki jaringan saraf mandiri.
Komunikasi antara lambung dan otak berlangsung sangat cepat karena tidak memerlukan perantara, sehingga sinyal informasi dari perut dapat ditangkap otak dalam hitungan detik.
Dampak gangguan saluran pencernaan pada anak dapat meluas ke berbagai hal, termasuk regulasi emosi.
>>> Pramono Anung Pantau Pembersihan 8,8 Ton Sampah di Muara Angke
Anak usia dini belum mampu mendeskripsikan rasa sakitnya, sehingga rasa frustrasi akibat perut kembung atau begah diluapkan melalui tangisan, sikap menjadi lebih manja, atau penolakan saat diletakkan.
Selain memengaruhi suasana hati di siang hari, interaksi langsung usus dan otak ini juga mengganggu fase tidur lelap anak di malam hari akibat rasa tidak nyaman di perut.
Kondisi anak yang terbangun berulang kali di tengah malam akibat perut melilit berpotensi mengancam tumbuh kembang fisik dan kematangan jaringan otak balita.
>>> Prabowo Teken Aturan Ekspor Satu Pintu Komoditas Strategis Lewat BUMN
Tidur yang tidak berkualitas dapat memengaruhi perkembangan otak dan seluruh aspek pertumbuhan anak.