⌂ Beranda News AHM Sesalkan Promosi Vulgar Hotel Melati yang Merusak Citra Wisata Mataram

AHM Sesalkan Promosi Vulgar Hotel Melati yang Merusak Citra Wisata Mataram

AHM Sesalkan Promosi Vulgar Hotel Melati yang Merusak Citra Wisata Mataram
Hotel melati di Mataram
A A Ukuran Teks16px

Asosiasi Hotel Mataram (AHM) menyayangkan aksi promosi bermuatan vulgar yang dilakukan oleh sejumlah akomodasi hotel melati di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Promosi yang viral di aplikasi TikTok pada Minggu (7/6/2026) tersebut dikhawatirkan dapat merusak citra wilayah setempat sebagai destinasi wisata yang ramah bagi semua kalangan.

>>> Prabowo Perintahkan Penambahan Sekolah Rakyat di Bali

Strategi pemasaran ini dinilai telah melampaui batas kewajaran bisnis perhotelan dan secara terang-terangan melanggar norma kesusilaan.

Berdasarkan pantauan, beberapa video pemasaran menampilkan penawaran kamar dengan jaminan keamanan dari razia aparat serta penggunaan diksi yang menjurus pada aktivitas seksual bebas.

Ketua AHM Mataram, Made Adiyasa, menyoroti narasi salah satu hotel melati yang membandingkan aktivitas seksual di ruang terbuka dengan kenyamanan menginap bertarif Rp 170 ribu tanpa takut digerebek.

Hal ini menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Sebagai organisasi yang menaungi perkumpulan hotel, ya sayang banget cara promosinya. Menurut kita sudah kebablasan.

>>> Review Xiaomi 17T Pro: Performa Kencang, Baterai 7.000mAh, dan Kamera Leica

Kenapa tidak promosi yang lebih santun, lebih bijaklah," ujar Made Adiyasa.

AHM telah melakukan penelusuran internal untuk memastikan legalitas pelaku usaha yang terlibat. Made Adiyasa menegaskan bahwa pelaku promosi vulgar tersebut bukan anggota AHM.

Dampak jangka panjang dari strategi pemasaran negatif ini menjadi perhatian serius bagi AHM, terutama menjelang musim liburan pertengahan tahun.

Organisasi ini khawatir akan penurunan minat wisatawan domestik untuk berkunjung ke Mataram akibat persepsi buruk yang terbangun.

"Tidak semua orang tujuannya masuk ke hotel itu disamaratakan. Jadi itu yang kami khawatirkan, ini adalah promosi negatif untuk kota kita," ungkap Made Adiyasa.

>>> Piala Dunia 2026: FIFA Larang Vuvuzela dan Botol Isi Ulang

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, AHM mengimbau para pelaku usaha perhotelan di wilayah tersebut untuk tetap mengedepankan etika pariwisata demi menjaga iklim bisnis yang sehat dan aman di Kota Mataram.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru