Serangan udara militer Israel di Lebanon Selatan menewaskan sedikitnya lima orang. Insiden ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata bersyarat yang belum sepenuhnya dihormati kedua belah pihak.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan, serangan di kota Saksakiyeh, distrik Sidon, pada Sabtu pagi mengakibatkan dua orang tewas.
Otoritas setempat mengonfirmasi 22 lainnya luka-luka, termasuk seorang wanita dan tiga anak-anak.
Di lokasi terpisah, serangan udara Israel menyasar sebuah kendaraan militer di wilayah selatan Lebanon. Akibatnya, tiga tentara Lebanon gugur.
Pernyataan Pihak Terkait
Angkatan Bersenjata Lebanon mengutuk keras serangan tersebut.
Mereka menyatakan, "Sejumlah personel militer, termasuk seorang perwira, gugur dalam serangan biadab Israel yang menargetkan kendaraan militer di ruas jalan Khardali-Nabatieh."
Sementara itu, militer Israel berdalih kendaraan yang menjadi target menunjukkan pergerakan mencurigakan. Mereka mengklaim area tersebut merupakan wilayah pertempuran aktif yang sebelumnya telah dikosongkan.
Komando militer Israel menegaskan operasi mereka ditujukan untuk menyasar kelompok bersenjata Hizbullah, bukan tentara Lebanon. Mereka menyatakan penyesalan atas insiden salah sasaran dan mengumumkan investigasi internal.
Konflik di perbatasan Lebanon-Israel terus memanas meski kesepakatan damai telah berlaku sejak pertengahan April. Kedua belah pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.