Kementerian Pertanian (Kementan) menyediakan 38 juta batang bibit kelapa dan kakao gratis untuk masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Program ini diumumkan pada Sabtu (7/6/2026) dan menyasar petani serta civitas akademika yang memiliki lahan potensial.
>>> Timnas U19 Indonesia Hadapi Vietnam Perebutkan Tiket Semifinal Piala AFF U19
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan langsung kabar tersebut kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara.
"Ada untuk Sulawesi Tenggara oleh-oleh itu ada 38 juta batang kelapa dengan kakao. 38 juta, penduduknya cuma 2 juta," ujarnya.
Anggaran Rp10 Triliun untuk Peremajaan
Pemerintah mengalokasikan total anggaran sekitar Rp10 triliun dari dana kepresidenan untuk mendanai proyek peremajaan tanaman perkebunan di seluruh Indonesia.
Cakupan lahan yang ditargetkan mencapai 870.890 hektar.
"Itu gratis dari presiden," kata Andi Amran.
Penyaluran bantuan diawasi secara ketat untuk mengantisipasi kecurangan kuantitas bibit di lapangan. Menteri Pertanian menegaskan akan mencopot oknum pegawai yang terbukti memanipulasi data laporan.
Kasus manipulasi laporan jumlah bibit pernah ditemukan di salah satu wilayah administratif Sulawesi Tenggara.
>>> Pakistan Uji Strategi Baru Lawan Afghanistan di Diamond Jubilee 2026
Tindakan tegas berupa pemecatan langsung dilakukan setelah ditemukan ketidaksesuaian antara fisik bibit dan laporan tertulis.
"Kalau ada yang macam-macam aku beresin kamu. Ini untuk rakyat, ini uang rakyat," tegas Andi Amran.
Temuan serupa juga didapati saat inspeksi mendadak di Jawa Barat. Seorang pejabat daerah kedapatan tidak melaksanakan instruksi pembibitan perkebunan yang sudah diamanatkan sejak setahun sebelumnya.
"Dia sebut ini 40.000, aku hitung, aku hitung, salah, saya bilang kamu mulai besok jangan menjabat," tutur Andi Amran.
Sanksi disiplin keras langsung dijatuhkan di tempat kepada aparatur sipil negara yang lalai. Langkah ini diambil demi menjaga integritas penyaluran hak petani dalam program strategis nasional.
Pemerintah pusat menargetkan peningkatan produktivitas komoditas perkebunan utama seperti kakao, kelapa dalam, lada, mete, gambir, dan tebu.
Anggaran Rp9,95 triliun disiapkan untuk didistribusikan secara bertahap kepada kelompok tani dalam tiga tahun ke depan.
>>> Ledakan Sisa Amunisi OPM Tewaskan Remaja di Lanny Jaya
"Kita remajakan bibitnya yang sesuai, yang terstandar, cara pengelolaannya yang bener, maka produktivitasnya tinggi, petaninya tambah sejahtera," ujar Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.