Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
Pembangunan jalan, jembatan, tanggul, serta proyek pengendalian sungai dipastikan berjalan tepat waktu di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
>>> Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Raih Kemenangan ke-100
Peninjauan Langsung ke Titik Prioritas
Satgas PRR turun langsung ke lapangan untuk meninjau titik-titik prioritas. Langkah ini dilakukan bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, dan pelaksana proyek.
Mereka mengidentifikasi hambatan seperti kebutuhan material, pembebasan lahan, hingga ketersediaan bahan bakar alat berat.
Kemajuan pengerjaan mulai terlihat pada penanganan longsor, penguatan lereng, perbaikan badan jalan, dan pembuatan dinding penahan tanah di Aceh Tengah.
Akses utama masyarakat di titik kritis diminta selesai lebih cepat sebelum intensitas hujan meningkat di akhir tahun.
Percepatan juga menyasar jalur penghubung antara Aceh Tengah dan Gayo Lues yang sebelumnya rusak parah akibat longsor.
Proyek ini dipadukan dengan normalisasi sungai dan penguatan tebing untuk meminimalkan risiko kerusakan berulang.
"Satgas menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengendalian aliran sungai agar hasil pemulihan dapat bertahan dalam jangka panjang," demikian keterangan resmi Satgas PRR, Minggu (7/6/2026).
Fokus pada Tanggul dan Pengendalian Banjir
Pembangunan tanggul pengaman sungai di Gayo Lues menjadi fokus untuk mengamankan permukiman dan lahan produktif warga.
>>> Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026 Usai Kalahkan Acosta
Target penyelesaian proyek dimajukan dari Agustus karena tingginya curah hujan di daerah tersebut.
Peninjauan di Kawasan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, meliputi proyek tanggul pengendali banjir, jalan, serta jembatan akses utama. Para pekerja mengoptimalkan waktu pengerjaan hingga malam hari demi memenuhi target.
Satgas PRR juga menghimpun masukan terkait pemulihan layanan publik melalui pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan unsur Forkopimda.
Usulan perbaikan fasilitas kesehatan di area terdampak akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.
Di Desa Kutagaluh, Kecamatan Lawe Bulan, kondisi kini dinilai lebih aman oleh warga berkat penguatan dinding sungai.
Pemerintah desa mengapresiasi pembuatan tanggul yang mampu meredam kekhawatiran terhadap risiko banjir susulan.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa rehabilitasi infrastruktur dasar menjadi prioritas utama di tiga provinsi tersebut.
>>> Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026 Usai Libas Pedro Acosta
"Yang diprioritaskan adalah infrastruktur, sungai, jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, kemudian huntap juga penting supaya masyarakat tidak terlalu lama di huntara," kata Tito usai rapat dengan Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno di Jakarta beberapa waktu lalu.